Tata Cara Sholat Jamak

Tata Cara Sholat Jamak

Bagi umat muslim sholat adalah tiang agama, karena merupakan salah satu ibadah wajib yang harus dikerjakan secara terus menerus, kecuali bagi wanita yang sedang berhalangan.

Namun Allah tidak pernah menyulitkan umatNya untuk melakukan ibadah. Salah satunya yaitu memudahkan bagi musafir agar tetap bisa menunaikan ibadah sholat.

Apa itu Sholat Jamak?

Bagi musafir atau seseorang yang sedang melakukan perjalanan jauh, maka diberi keringanan dengan menjamak atau meringkas sholatnya dalam satu waktu sholat fardhu.

Misalnya saja mengerjakan sholat dzuhur dan ashar dalam satu waktu atau maghrib dengan isya. Dalam artikel kali ini akan dibahas mengenai cara sholat jamak atau qada secara lengkap.

Pengertian dari sholat jamak yaitu menggabungkan antara dua sholat fardhu yang di kerjakan dalam satu waktu berdasarkan dengan syariat Islam.

Dengan Adanya sholat sholat jamak, maka akan memudahkan umat muslim ketika melakukan perjalanan jauh.

Jadi, memang tidak ada alasan lagi bagi mereka untuk meninggalkan kewajibannya yaitu mengerjakan sholat wajib 5 waktu.

Namun, perlu kita ketahui bahwa sholat jamak ini hanya dapat dikerjakan untuk ibadah sholat dzuhur, ashar, sholat maghrib dan isya saja.

Dengan mengetahui cara sholat jamak, maka akan memudahkan kita untuk tidak meninggalkan sholat dalam kondisi apapun meskipun sedang berada dipesawat.

Rasulullah Salallahu ‘Alaihi Wasallam pun pernah mengerjakan sholat jamak ketika melakukan perjalanan jauh atau sedang menghadapi suatu ketakutan.

Jenis Sholat Jamak

Sholat fardhu lima waktu memang sudah menjadi suatu kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan bagi mukallaf. Mukallaf yaitu seseorang yang sudah terkena kewajiban untuk mengerjakan sholat lima waktu.

Ciri-cirinya yaitu seorang muslim, sudah dewasa atau akil baligh, mengetahui ilmu agama dan berakal sehat.

Sholat jamak sendiri memiliki arti menggabungkan antara dua sholat fardhu dalam satu waktu. Ada dua jenis sholat jamak yang sesuai sunnah, diantaranya adalah:

Sholat Jamak Takdim

Yaitu sholat yang menggabungkan antara dua sholat fardhu dan dikerjakan di awal sholat fardhu yang pertama. Misalnya saja, menggabungkan sholat dzuhur dan ashar yang dikerjakan pada waktu sholat dzuhur.

Kemudian menggabungkan antara sholat maghrib dan isya, namun dikerjakan pada waktu sholat maghrib.

Baca juga : Sholat Maghrib

Sholat Jamak Takhir

Cara sholat jamak takhir merupakan kebalikannya dari sholat jamak taqdim. Menggabungkan antara dua sholat fardhu yang kemudian dikerjakan pada waktu sholat fardhu yang akhir.

Misalnya, menggabungkan antara sholat dzuhur dan ashar  yang kemudian dikerjakan pada saat waktu sholat ashar. Dan begitu juga dengan sholat maghrib dan isya yang digabungkan, namun dikerjakan di waktu isya.

Syarat Diperbolehkan Sholat Jamak

Pada dasarnya seseorang musafir atau seseorang yang sedang diperjalanan jauh atau mengalami halangan darurat, maka ia diberi kemudahan dalam menjalankan sholat fardhu yaitu dengan menjamak sholatnya.

Baca juga : Manfaat Sholat Dhuha

Adapun syarat mereka dapat menjamak sholatnya yaitu sebagai berikut:

  • Menempuh perjalanan jarak jauh kurang lebih 81 km.
  • Sedang mengalami bahaya seperti, bencana alam, perang, terjadi hujan lebat yang disertai dengan adanya angin kencang dan sebagainya.
  • Melakukan perjalanan yang tidak bertujuan, sehingga belum tahu kapan bisa tiba pada tempat tersebut.

Syarat- Syarat Mengerjakan Sholat Jamak

Ada beberapa syarat-syarat yang wajib dipenuhi ketika mengerjakan sholat jamak, diantaranya yaitu sebagai berikut:

Syarat Jamak Taqdim

  • Dilakukan secara tertib, dimulai dengan mengerjakan sholat yang pertama terlebih dahulu. Misalnya mengejarkan sholat taqdim yaitu menggabungkan antara sholat dzuhur dan sholat ashar, maka yang dikerjakan terlebih dahulu yaitu sholat dzuhur baru dilanjutkan dengan sholat ashar.
  • Niat bacaan sholat jamak dibaca pada awal pertama mengerjakan sholat.
  • Kedua sholat fardhu yang digabungkan harus dikerjakan secara berurutan.
  • Setelah selesai sholat yang kedua, musafir tersebut harus masih berada dalam perjalanan.
  • Tetapnya masuk sholat pada sholat yang pertama, agar bisa mengerjakan sholat fardhu yang kedua.

Syarat Jamak Takhir

Ada dua syarat utama yang wajib diperhatikan ketika mengerjakan sholat jamak takhir, diantaranya yaitu:

  • Membaca niat untuk mengerjakan sholat jamak takhir sesudah mengerjakan sholat fardhu yang pertama.
  • Masih menjadi seorang musafir atau dalam perjalanan pada saat mengerjakan sholat fardhu yang kedua.

Tata Cara Sholat Jamak

Cara mengerjakan sholat jamak taqdim dan jamak takhir sama halnya mengerjakan sholat fardhu biasa, namun lafal niatnya saja yang membedakan antara keduanya.

Jadi niat dan tata cara sholat jamak sangat mudah dipelajari dan diterapkan ketika kita dalam posisi darurat yang mengharuskan meringkas sholat fardhu.

Tata Cara Sholat Jamak Taqdim

Pertama, cara sholat jamak dhuhur dan ashar yaitu dengan mengerjakan sholat dzuhur empat rakaat dengan niat seperti biasa.

Kemudian setelah salam, dilanjutkan dengan berdiri untuk mengerjakan sholat ashar seperti biasa.

Kedua, cara sholat jamak magrib dan isya yaitu  menggabungkan antara sholat maghrib dan isya. Maka sholat yang dilakukan terlebih dahulu yaitu sholat maghrib.

Setelah selesai, baru dilanjutkan lagi untuk mengerjakan sholat isya. Jadi tidak ada cara khusus selain melakukan dua shalat dalam satu waktu.

Tata Cara Sholat Jamak Takhir

Pertama, mengerjakan sholat dzuhur empat rakaat dengan bacaan seperti biasa.

Kemudian setelah salam, dilanjutkan dengan berdiri untuk mengerjakan sholat ashar dengan niat dari dalam hati untuk sholat jamak takhir.

Kedua, begitu pun dengan sholat jamak takhir yaitu menggabungkan antara sholat maghrib dan isya di waktu isya.

Maka sholat yang dilakukan terlebih dahulu yaitu sholat maghrib. Setelah itu, baru kita bisa melanjutkan kembali untuk mengerjakan sholat isya.

Tata Cara Sholat Jamak Qashar

Sholat jamak qashar berbeda dengan sholat jamak yang digabungkan. Karena arti dari sholat qashar yaitu meringkas jumlah rakaat sholat.

Namun sholat fardhu yang boleh di ringkas yaitu sholat fardhu yang jumlahnya empat rakaat saja dan di ringkas menjadi dua rakaat.

Namun untuk cara-cara dalam sholatnya tetap sama.

Misalnya, sholat dzuhur empat rakaat dan di qashar menjadi dua rakaat, begitupun dengan sholat ashar dan isya.

Sedangkan untuk sholat fardhu seperti sholat subuh dan maghrib tidak boleh di ringkas atau di qhasar.

Dengan kita mengetahui pembahasan mengenai pengertian cara sholat jamak, jenis-jenisnya, syarat-syarat kenapa diperbolehkan sholat jamak serta tata cara dan bacaan niatnya yang sudah dijabarkan di atas.

Semoga dapat menambah wawasan kita, sehingga kita lebih istiqomah lagi untuk menjalankan ibadah sholat fardhu 5 waktu meskipun melakukan perjalanan jauh. Wallahu a’lam bish shawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *