Doa Kelahiran Anak

5 min read

Doa Kelahiran Anak

Kelahiran merupakan momen yang sangat membahagiakan, tak hanya bagi pasangan yang baru dianugerahkan anak tersebut melainkan juga orang-orang disekitar mereka.

Terlebih bagi pasangan yang telah berikhtiar sejak sekian lama untuk memperoleh momongan, kehadiran seorang bayi tentu merupakan babak baru bagi kehidupan mereka dan jawaban atas doa-doa mereka.

Jadi tentunya kedatangan sang bayi di kehidupan ini bukan hal yang biasa, melainkan hal spesial yang patut menerima ucapan selamat dari orang-orang terdekat mereka.

Jika masih bingung untuk menemukan ucapan selamat yang tepat dan bersifat mendoakan, berikut adalah pembahasan mengenai ucapan selamat dan doa untuk kelahiran anak dalam Islam.

Anjuran Memberi Selamat Bayi Baru Lahir

Berasal dari Imam An-Nawai dalam kitab Al-Adzkar :

يُسْتَحَبُّ تَهْنِئَةُ الْمَوْلُوْدِ لَهُ، قَالَ أَصْحَابُنَا: وَيُسْتَحَبُّ أَنْ يُهَنَّأَ بِمَا جَاءَ عَنِ الْحُسَيْنِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّهُ عَلَّمَ إِنْسَاناً التَّهْنِئَةَ فَقَالَ: قُلْ: بَارَكَ اللهُ لَكَ فِي الْمَوْهُوْبِ لَكَ، وَشَكَرْتَ الْوَاهِبَ، وَبَلَغَ أَشُدَّهُ، وَرُزِقْتَ بِرَّهُ.

وَيُسْتَحَبُّ أَنْ يَرُدَّ عَلَى الْمُهَنِّئِ فَيَقُوْلُ: بَارَكَ اللهُ لَكَ، وَبَارَكَ عَلَيْكَ، وَجَزَاكَ اللهُ خَيْراً، وَرَزَقَكَ اللهُ مِثْلَهُ، أَوْ أَجْزَلَ اللهُ ثَوَابَكَ، وَنَحْوُ هَذَا.

“Dianjurkan untuk memberi selamat kepada orang yang melahirkan. Sahabat kami berkata, ‘Dianjurkan untuk memberi selamat sebagaimana riwayat dari al-Husain radhiyallahu bahwasannya beliau mengajari seseorang ucapan selamat. Beliau berkata, Barakallahu laka fil Mauhubi laka wa syakartal wahib awa balagha asyuddahu wa ruziqta birrahu.’”

“Dan dianjurkan pula untuk membalas ucapan selamat tersebut dengan, ‘Barakallahu laka wa baraka ‘alaika, wa jazakallahu khairan, wa razaqakallahu mitslahu, atau Ajzalallahu tsaawabaka dan semisalnya.”

Namun mata rantai periwayatannya tidak disebutkan oleh Imam An-Nawawi secara utuh.

Kemudian dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu  menyebutkan:

وَالكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ

“Perkataan yang baik adalah sedekah.” (HR. Al-Bukhari & Muslim)

Dalam riwayat lain Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

المُؤْمِنُ مَأْلَفٌ، وَلَا خَيْرَ فِيمَنْ لَا يَأْلَفُ وَلَا يُؤْلَفُ

“Seorang mukmin adalah ma’laf (mudah akrab, sumber keakraban). Tidak ada kebaikan pada seseorang yang tidak mudah akrab (kepada orang lain) dan orang lain tidak mudah akrab kepadanya.” (HR. Ahmad)

Jadi jelaslah bahwa sesama kaum muslimin sudah sepantasnya beramah-tamah dengan saling memberikan ucapan selamat atas suka cita saudara seimannya.

Baca Juga : Nama Bayi Islami

Doa Atas Kelahiran Bayi Yang Shahih

Berbicara mengenai hadits yang sahih, berarti hadits itu memang diyakini kebenarannya.

Adapun hadits yang shahih seputar doa untuk memberi selamat kepada yang baru dikaruniai anak ada dua, yaitu yang pertama bersumber dari al-Hasan al-Bashri.

Lafadz pertama ini bukan merupakan hadits marfu’(yang berasal langsung dari Rasulullah) melainkan hadits maqthu’ (hadits yang disandarkan kepada Murid Sahabat atau tabi’in).

Yaitu lafal yang bersumber dari al-Hasan al-Bashri:

جَعَلَهُ اللَّهُ مُبَارَكًا عَلَيْكَ وَعَلَى أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

“Semoga Allah menjadikan ia keberkahan bagimu dan bagi umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.”

Yang kedua bersumber dari hadits Rasulullah.

Yaitu doa Rasulullah ketika lahirnya anak laki-laki dari Ummu Sulaim, berbunyi:

بَارَكَ اللَّهُ لَكِ فِيهِ وَجَعَلَهُ بَرًّا تَقِيًّا

“Semoga Allah memberkahimu pada bayi ini dan semoga Allah menjadikannya sebagai anak yang berbakti dan bertakwa.”

Doa Untuk Yang Baru Dikaruniai Anak

Lantas bolehkah membaca doa lain yang tidak diketahui ia shahih atau dha’if? Apabila doa tersebut bukan merupakan bagian dari ritual keagaamaan atau hanya bersifat harapan dan doa saja maka tidak ada masalah.

Adapun beberapa doa lain yang cukup populer diucapkan untuk menyelamati orangtua yang baru dikaruniai anak adalah sebagai berikut:

بَارَكَ اللهُ لَكَ فِي الْمَوْهُوْبِ لَكَ ، وَشَكَرْتَ الْوَاهِبَ ، وَبَلَغَ أَشُدَّهُ ، وَرُزِقْتَ بِرَّهُ

Barakallahu laka filmauhuubi laka wa syakartal waahib wa balagho asyuddahu wa ruziqta birrohu.

Semoga Allah memberkahi untukmu anak yang diberikan kepadamu. Semoga engkau pun bersyukur kepada Sang Pemberi, dan dia dapat mencapai dewasa, serta engkau dikaruniai kebaikannya.

شَكَرْتَ الْوَاهِبَ وَبُوْرِكَ لَكَ فِي الْمَوْهُوْبِ وَبَلَغَ أَشُدَّهُ وَرَزَقْتَ بِرَّهُ

Syakartal Waahiba wa buurika fiilmauhuubii wa balagho asyuddahhu wa rozaqta birrohu

Semoga kamu senantiasa bersyukur kepada Sang Pemberi (Allah), dan diberkahi dengan anak yang dianugerahkan kepadamu, semoga cepat besar dan dewasa, dan engkau diberi rezeki dengan patuh-baktinya.

جَزَاكَ اللهُ خَيْرًا، رَزَقَكَ اللهُ مِثْلَهُ، اَجْزَلَ اللهُ ثَوَابَكَ

Jazaa kallahu khairan, razaqkallaahu mitshu, ajzalallaahuts waa baka

Semoga Allah membalas kebaikanmu; semoga Allah memberi rizki kepadamu seperti dia (bayi); semoga Allah melipatkan pahalamu.

Doa Agar Bayi Dilindungi Dari Syaiton

Rasulullah SAW pernah menjelaskan bahwasannya semua anak manusia pastilah akan diganggu oleh setan saat dilahirkan. Karenanya setiap bayi yang dilahirkan akan mengeluarkan tangisan yang keras.

Tangisan tersebut dikarenakan sang bayi disentuh oleh setan.

Sesuai sabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam:

مَا مِنْ بَنِي آدَمَ مَوْلُودٌ إِلَّا يَمَسُّهُ الشَّيْطَانُ حِينَ يُولَدُ، فَيَسْتَهِلُّ صَارِخًا مِنْ مَسِّ الشَّيْطَانِ، غَيْرَ مَرْيَمَ وَابْنِهَا

“Setiap anak manusia pasti diganggu setan ketika dia dilahirkan, sehingga dia teriak menangis, karena disentuh setan. Kecuali Maryam dan putranya.” (HR. Bukhari)

Sejak zaman kenabian, mendoakan perlindungan untuk anak dari godaan setan serta gangguan jin merupakan salah satu tradisi dari orang salih. Meskipun kini mulai banyak terlupakan.

Nenek dari nabi Isa yang merupakan Istri dari Imran berdoa kepada Allah untuk memohon perlindungan untuk anak dan keturunannya dari godaan setan serta gangguan jin.

Yang tertuang pada Surah Ali Imran Ayat 35-36 :

إِذْ قَالَتِ امْرَأَتُ عِمْرَانَ رَبِّ إِنِّي نَذَرْتُ لَكَ مَا فِي بَطْنِي مُحَرَّرًا فَتَقَبَّلْ مِنِّي إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ ( ) فَلَمَّا وَضَعَتْهَا قَالَتْ رَبِّ إِنِّي وَضَعْتُهَا أُنْثَى وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا وَضَعَتْ وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالْأُنْثَى وَإِنِّي سَمَّيْتُهَا مَرْيَمَ وَإِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

“(Ingatlah), ketika isteri ‘Imran berkata: “Ya Tuhanku, Sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui”.”Tatkala isteri ‘Imran melahirkan anaknya, diapun berkata: “Ya Tuhanku, sesunguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamainya Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk., ” (QS. Ali Imran: 35 – 36)

Kemudian dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memohon perlindungan untuk Hasan dan Husain, Rasulullah membaca:

أُعِيْذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّة

“Aku memohon perlindungan dengan kalimat Allah yang sempurna untuk kalian berdua, dari gangguan setan dan binatang berbisa, dan dari pandangan mata (ain) yang membuat sakit.” (HR. Bukhari & Abu Daud)

Doa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tersebut bisa terdapat perbedaan tergantung jenis kelamin bayi yang baru lahir, yaitu :

Bila Bayi Yang Dilahirkan Perempuan

أُعِيذُكِ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

“U’iidzuki bikalimatillahi tammati min kulli syaithanin wa hammatin wa min kulli ‘ainin lammah”.

“Aku memohon perlindungan dengan kalimat Allah yang sempurna untuk engkau (perempuan), dari gangguan setan dan binatang berbisa, dan dari pandangan mata (ain) yang membuat sakit.” (HR. Bukhari & Abu Daud)

Bila Bayi Yang Dilahirkan Laki-laki

أُعِيذُكَ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

“U’iidzuka bikalimatillahi tammati min kulli syaithanin wa hammatin wa min kulli ‘ainin lammah”.

“Aku memohon perlindungan dengan kalimat Allah yang sempurna untuk engkau (laki-laki), dari gangguan setan dan binatang berbisa, dan dari pandangan mata (ain) yang membuat sakit.” (HR. Bukhari & Abu Daud)

Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

عَوِّذُوا بِهَا أَبْنَاءَكُمْ، فَإِنَّ إِبْرَاهِيمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ، كَانَ يُعَوِّذُ بِهَا ابْنَيْهِ إِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ

”Jadikanlah kalimat ini untuk memohon perlindungan dari gangguan setan bagi anak kalian. Karena Ibrahim ‘alaihis salam, beliau memohon perlindungan untuk Ismail dan Ishaq dengan kalimat doa tersebut.” (HR. Abdur Razaq)

Sunnah Ketika Bayi Lahir

Adapun sunah saat kelahiran bayi antara lain:

Mentahnik Bayi

Pada saat Ummu Sulaim melahirkan anak laki-lakinya, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memerintahkan kepada putra Ummu Sulaim yaitu Anas untuk mengatakan pada Ibunya agar membawa bayinya ke hadapan Rasulullah.

Dan sebelum itu jangan diberikan makan apa-apa. Kemudian dalam dekapannya Anas menyerahkan bayinya kepada Rasulullah.

Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berkata, “Ambilkan kurma Ajwa.”

Lantas Rasulullah mengunyah kurma tersebut hingga lembut baru dimasukkan ke mulut bayi laki-laki tersebut.

Lalu beliau bersabda, “Kembalilah kepada ibumu dan sampaikan doa,

بَارَكَ اللَّهُ لَكِ فِيهِ وَجَعَلَهُ بَرًّا تَقِيًّا

“Semoga Allah memberkahimu pada bayi ini dan semoga Allah menjadikannya sebagai anak yang berbakti dan bertakwa.”

Yang dilakukan Rasulullah diatas disebut dengan takhnik. Caranya adalah dengan melumat kurma kemudian disapukan ke langit-langit mulut bayi yang baru lahir.

Dari Abu Musa, beliau berkata:

وُلِدَ لِى غُلاَمٌ فَأَتَيْتُ بِهِ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- فَسَمَّاهُ إِبْرَاهِيمَ وَحَنَّكَهُ بِتَمْرَةٍ.

“(Suatu saat) aku memiliki anak yang baru lahir, kemudian aku mendatangi Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam, kemudian beliau memberi nama padanya dan beliau mentahnik dengan sebutir kurma.”

Dari ‘Aisyah, beliau berkata,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ يُؤْتَى بِالصِّبْيَانِ فَيُبَرِّكُ عَلَيْهِمْ وَيُحَنِّكُهُمْ.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam didatangkan anak kecil, lalu beliau mendoakan mereka dan mentahnik mereka.”

Menahnik bayi dengan kurma dan mendoakan keberkahan atasnya juga dianjurkan oleh Rasulullah. Kurma sendiri secara medis sangat baik dan bagus untuk kesehatan bayi.

Mentahnik bayi dengan kurma diharapkan akan memperkuat otot-otot mulut bayi sehingga akan kuat menyusu pada ibunya. Dengan demikian diharapkan air susu ibu akan menjadi lancar dan berlimpah.

Memberikan Nama Yang Baik

Islam menganjurkan untuk memberikan nama-nama yang baik pada anak-anak kita. Karena nama sedikit banyaknya akan berpengaruh terhadapa kehidupan seseorang.

Nama adalah doa, karena itu pilihkanlah nama anak agar ia mudah dikenali dan nama itu memuliakannya. Seperti yang biasa orang Arab katakan:

لِكُلِّ مُسَمَّى مِنْ اِسْمِهِ نَصِيْبٌ

“Setiap orang akan mendapatkan pengaruh dari nama yang diberikan padanya.”

Kemudian:

مِنْ اِسْمِكَ أَعْرِفُ أَبَاكَ

“Dari namamu, aku bisa mengetahui bagaimanakah ayahmu.”

Baca Juga : Kumpulan Nama Bayi Islami

Mengaqiqahkan Bayi

Aqiqah menurut bahasa berasal dari kata ’aqqu (عَقُّ) yang berarti ‘potong’. Memotong dalam arti tersebut berarti memotong hewan aqiqah, baik berupa kambing, domba atau yang sejenis.

Untuk bayi laki-laki, aqiqahnya mengurbankan dua ekor kambing/domba. Sementara anak perempuan cukup satu ekor saja.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu Rasulullah bersabda:

قَالَ أَبُوْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اَلْـعَـقِـيْقَتةُ تُـذْبَحُ لِسَـبْعٍ وَلِأَرْبَعَ عَشَرَةَ وَلِإِحْدَى وَعِشْرِيْنَ

“Aqiqah itu disembelih pada hari ketujuh, atau keempat belas, atau keduapuluh satunya.”

Ketika bayi lahir, pelaksanaan aqiqah akan menjadi tanggung jawab sang ayah sampai anak menginjak usia baligh.

Apabila selepas usia baligh dan belum dilaksanakan aqiqah oleh ayahnya maka tidak menjadi tanggung jawab sang ayah lagi.

Menurut jumhur ulama meskipun sangat penting, pelaksanaan aqiqah tidaklah wajib melainkan sunnah muakkad (sangat dianjurkan).

Baca Juga : Aqiqah Anak

Mencukur Rambut Bayi

Dalam kitab al-Istidzkar karya Ibnu Abdi al-Barr disebutkan bahwa tujuan dari mencukur rambut bayi yang baru lahir adalah untuk membuang kotoran dari bayi.

Biasanya penyukuran rambut bayi dilakukan bersamaan atau setelah pelaksanaan aqiqah. Hal ini didasarkan hadis dari Samurah Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah bersabda:

الْغُلَامُ مُرْتَهَنٌ بِعَقِيقَتِهِ يُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ السَّابِعِ وَيُسَمَّى وَيُحْلَقُ رَأْسُهُ

“Al-ghulamu murtahanun biaqiqatihi yudzbahu anhu yauma as-sabi’i wa yusamma wa yuhlaqu ra’suhu,”

“Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, disembelih di hari ketujuh, diberi nama, dan dicukur kepalanya,”.

Demikianlah penjelasan tentang doa untuk kelahiran. Semoga bermanfaat untuk saling menjaga silaturahim antar sesama umat muslim. Wallahu a’lam bish shawab.

Hukum Aqiqah

Kelahiran merupakan hal yang sangat menggembirakan bagi siapapun, sehingga mendatangkan banyak ucapan selamat bagi keluarga yang baru dikaruniai seorang bayi. Apabila ada seorang bayi...
Neny S.
5 min read

Pernikahan Dalam Islam

Neny S.
8 min read

Doa Pembuka Rezeki

Neny S.
5 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *