Doa Ketika Sakit

5 min read

Doa Ketika Sakit

Pada dasarnya setiap penyakit yang Allah timpakan kepada seorang hamba adalah selalu memilki makna. Entah itu sebagai ganjaran atas dosa-dosa hamba itu sendiri, sebagai jalan penggugur dosa ataupun sebagai bentuk ujian kesabaran.

Dalam setiap ujian yang diberikan, Allah Subhanallahu Wa Ta’ala selalu memerintahkan hambanya untuk tidak menyerah dan terus berikhtiar, termasuk berobat kepada dokter ketika sakit.

Namun meskipun sembuh setelah berobat, seorang Muslim wajiblah meyakini bahwa kesembuhan yang didapatkannya itu semata-mata berasal dari izin Allah Subhanallahu Wa Ta’ala.

Karena itu selain terus berikhtiar kita juga harus selalu berserah diri kepada Allah dengan memanjatkan doa-doa agar segera diberikan kesembuhan.

Doa Kesembuhan untuk Diri Sendiri

1. Doa Kesembuhan diri sendiri

Dalam sebuah hadits Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam mengajarkan sebuah amalan doa bagi umat muslim yang sedang mengalami sakit, agar Allah Subhanallahu Wa Ta’ala lekas mengangkat penyakit kita dan memberikan kesembuhan. Doanya ialah:

اللّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذهِبِ البَأسَ اشفِ أَنتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاوءُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

“Allahumma Rabbannasi, adzhibil ba’sa isyfi anta asysyafii laa syifaa a illaa syifau uka syifaa an laa yughaadiru saqaman.”

“Ya Allah Tuhannya manusia, hilangkanlah rasa sakit ini sembuhkanlah, engkau dzat Yang Maha Penyembuhan, tak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, yaitu kesembuhan yang tak meninggalkan rasa sakit.”(HR Muslim)

2. Doa Nabi Ayub ketika sakit

Doa berikut ini dibacakan oleh Nabi Ayub ‘Alaihis Salam ketika beliau diuji oleh Allah Subhanallahu Wa Ta’ala dengan penyakit yang tak kunjung sembuh bertahun-tahun. Doanya adalah:

رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

“Robbi annii massaniyadh dhurru wa anta arhamar roohimiin.”

” Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.”

Kisah kesungguhan Nabi Ayub yang tak pernah putus asa dalam berdoa ini kemudian diabadikan dalam Quran Surah Al Anbiyaa ayat 83 yang berbunyi:

وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥٓ أَنِّى مَسَّنِىَ ٱلضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ

Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: “(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang”.

Baca juga : Doa Agar Dimudahkan Segala Urusan

Doa Kesembuhan untuk Orang Lain

Selain dari mendoakan kesembuhan diri kita sendiri saat mengalami sakit yang tak kunjung sembuh, berdoa juga bisa dilakukan untuk sakit-sakit ringan seperti sakit kepala, sakit gigi, sakit perut maupun sakit haid.

Kemudian terkadang kita mencari doa yang tepat untuk kesembuhan orang lain, misalnya seperti ketika anak kita sakit panas atau ketika kita mengunjungi kerabat yang tengah sakit.

Berikut adalah doa-doa yang dipanjatkan untuk kesembuhan orang lain:

1. Ada sebuah doa yang dapat dibacakan dengan menyebut nama orang yang tengah sakit.

Dalam sebuah hadits riwayat Imam Muslim, Nabi Muhammad pada saat itu menyebutkan nama Sa‘ad bin Abi Waqqash yang tengah sakit. Doa ini dapat disesuaikan dengan nama orang yang sakit.

(اللَّهُمَّ اشْفِ (سَعْدًا)، اللَّهُمَّ اشْفِ (سَعْدًا)، اللَّهُمَّ اشْفِ (سَعْدًا

Allaahummasyfi (Sa‘dan). Allaahummasyfi (Sa‘dan). Allaahummasyfi (Sa‘dan).

“Tuhanku, sembuhkan Sa‘ad. Tuhanku, sembuhkan Sa‘ad. Tuhanku, sembuhkan Sa‘ad,”(HR. Muslim)

Nama Sa’dan yang berada didalam tanda kurung dapat diganti dengan nama orang sakit yang sedang kita doakan.

2. Lalu dalam sebuah riwayat menceritakan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam membaca sebuah doa.

Dimana Rasulullah membaca doa sebanyak 7 kali di hadapan orang yang tengah sakit. Doa tersebut adalah:

أَسْأَلُ اللهَ العَظِيْمَ رَبَ العَرْشِ العَظِيْمِ أَنْ يَشْفِيَكَ

As’alullaahal azhiima rabbal ‘arsyil ‘azhiimi an yassfiyaka.

“Aku memohon kepada Allah yang agung, Tuhan arasy yang megah agar menyembuhkanmu,”(HR. At-Tirmidzi&Abu Daud)

3. Doa berikut ini diriwayatkan oleh Ibnu Sunni.

Selain untuk kesembuhan juga untuk perlindungan dan pengampunan dosa bagi orang yang tengah sakit.

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam membaca doa ini ketika mengunjungi salah satu sahabatnya.

شَفَى اللهُ سَقَمَكَ، وَغَفَرَ ذَنْبَكَ، وَعَافَاكَ فِي دِيْنِكَ وَجِسْمِكَ إِلَى مُدَّةِ أَجَلِكَ

Syafaakallaahu saqamaka, wa ghafara dzanbaka, wa ‘aafaaka fii diinika wa jismika ilaa muddati ajalika.

“Wahai (sebut nama orang yang sakit), semoga Allah menyembuhkanmu, mengampuni dosamu, dan mengafiatkanmu dalam hal agama serta fisikmu sepanjang usia.”

4. Selanjutnya dari riwayat Imam Bukhari dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma.

Ada sebuah doa pendek yang dibaca Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam ketika tengah menjenguk seorang badui yang sedang menderita demam.

لَا بَأْسَ طَهُوْرٌ إِنْ شَاءَ اللهُ

Laa ba’sa thahuurun insyaa’allaahu.

“(Semoga) tidak apa-apa (sakit), semoga suci dengan kehendak Allah.”(HR. Muslim)

5. Doa malaikat jibrik ketika Rasulullah sakit

Malaikat Jibril mendatangi Rasulullah kemudian berkata, “Wahai Muhammad, apakah engkau merasa sakit?” Rasulullah kemudian menjawab, “Ya.” Lalu Jibril mengatakan:

بِسْمِ اللّٰهِ اَرْقِيْكَ مِنْ كُلِّ شَىءٍيُؤْذِيْكَ, مِنْ شَرِّكُلِّ نَفْسٍ اَوْعَيْنِ حَاسِدٍ, اَللّٰهُ يَشْفِيْكَ بِسْمِ اللّٰهِ اَرْقِيْكَ

Bismillaahi arqiika min kulli syai-in yu’dziika, min syarri kulli nafsin au ‘ainin haasidin, Allaahu yasyfiika bismillaahi arqiika .

“Dengan menyebut asma Allah aku me-ruqyahmu dari semua gangguan yang menyakitimu, dari kejahatan semua jiwa atau ain (mata) yang dengki, semoga Allah menyembuhkanmu . Dengan asma Allah aku me-ruqyahmu.”

Baca juga : Doa Kebaikan Dunia Akhirat

Anjuran Menjenguk Orang Sakit

Di dalam Islam mengunjungi orang sakit merupakan suatu perbuatan yang mulia dan sangat dianjurkan, terlebih lagi bagi yang memiliki hubungan dekat, seperti halnya saudara, teman, tetangga dan lain sebagainya.

Islam adalah agama yang mengajarkan untuk selalu memperhatikan satu sama lain sesama umat muslim, terutama bila salah satu di antara umat muslim tengah mengalami musibah seperti sakit dan sebagainya.

Menjenguk orang yang sakit merupakan perbuatan yang mulia dan memiliki keutamaan dan pahala yang sangat besar dan merupakan hak tiap muslim kepada muslim lainnya.

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

إِذَا عَادَ الرَّجُلُ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ مَشَى فِيْ خِرَافَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَجْلِسَ فَإِذَا جَلَسَ غَمَرَتْهُ الرَّحْمَةُ، فَإِنْ كَانَ غُدْوَةً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ، وَإِنْ كَانَ مَسَاءً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ

“Apabila seseorang menjenguk saudaranya yang muslim (yang sedang sakit), maka (seakan-akan) dia berjalan sambil memetik buah-buahan Surga sehingga dia duduk, apabila sudah duduk maka diturunkan kepadanya rahmat dengan deras. Apabila menjenguknya di pagi hari maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akannya agar mendapat rahmat hingga waktu sore tiba. Apabila menjenguknya di sore hari, maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akannya agar diberi rahmat hingga waktu pagi tiba.” (HR. at-Tirmidzi)

Bagi umat muslim, menjenguk orang sakit adalah sebuah kewajiban yang haruslah dilakukan karena merupakan bagian dari hak seorang muslim terhadap muslim lainnya sehingga perlu ditunaikan.

Dalam sebuah hadis riwayat Imam Muslim dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa RAsulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda;

حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتٌّ. قِيْلَ: مَا هُنَّ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: إِذَا لَقِيْتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ، وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ، وَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْ لَهُ، وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللَّهَ فَسَمِّتْهُ، وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ، وَإِذَا مَاتَ فَاتَّبِعْهُ

“Hak seorang muslim terhadap muslim lainya ada enam. Sahabat bertanya: Apa saja, wahai Rasulullah? Beliau menjawab: “Bila engkau bertemu dengannya maka ucapkanlah salam, bila ia mengundangmu maka hadirilah, bila ia meminta nasihat maka nasihatilah, bila ia bersin dan memuji Allah (mengucap: alhamdulillah) maka jawablah (dengan mengucapkan: yarhamukallah), bila ia sakit maka jenguklah, dan bila ia meninggal dunia maka antarkanlah (jenazahnya hingga makam).”

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam dikenal dengan kebiasaannya yang selalu menjenguk orang sakit, terutama para sahabat.

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam sangat perhatian kepada keadaan para sahabatnya. Apabila ada di antara sahabat yang tidak tampak kehadirannya di masjid selama tiga hari, Rasulullah akan menanyakan keberadaannya kepada sahabat yang lain.

Jika Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam mendengar bahwa sahabatnya tersebut tengah sakit, maka beliau akan langsung berangkat untuk menjenguk dengan mengajak sahabat yang lain.

Kemudian menjenguk orang sakit juga mengandung banyak keutamaan dan mendatangkan kemuliaan serta pahala yang sangat besar karena merupakan sebuah amal yang bernilai ibadah di sisi Allah.

Keutamaan Menjenguk Orang Sakit

Menjenguk sesama muslim di dalam agama Islam memiliki banyak keutamaan yang diberikan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala, diantaranya adalah:

Kelancaran Urusan Dunia

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Barang siapa menjenguk orang sakit, atau menziarahi saudara fillah, (maka) memanggillah orang yang memanggil dari (arah) langit: baguslah (urusan) kamu, dan dipermudah urusanmu, dan bersiaplah dengan tempatmu di Surga.”(HR. At-Tirmidzi)

Mendapatkan Rahmat dan Lindungan Allah

Keutamaan lain dari menjenguk orang sakit adalah mendapatkan banyak rahmat dan perlindungan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala, karena Allah mencintai hambanya yang peduli terhadap sesama.

Berada di Kebun Surga

Hadits riwayat muslim Rasulullah bersabda: “Barang siapa yang menjenguk sesama umat muslim yang sedang sakit niscaya akan senantiasa ditempatkan di kebun surga sampai pada ia kembali.”(HR. Muslim)

Didoakan Para Malaikat

Terdapat sebuah hadits shahih riwayat Ahmad, Abu Dawud dan Ibnu Majah, dari Syaikh al-Albani beliau berkata:

“Barang siapa yang mendatangi saudaranya muslim untuk menjenguknya, ia berjalan di atas kebun surga hingga ia duduk. Apabila ia duduk, rahmat (Allah) akan menyelimutinya.

Bila waktu itu pagi hari, tujuh puluh ribu malaikat akan bersalawat kepadanya hingga sore hari, dan bila ia melakukannya di sore hari, tujuh puluh ribu malaikat tersebut akan bersalawat kepadanya hingga pagi hari.”(HR. Ahmad)

Memperbesar Rasa Syukur

Menjenguk orang sakit dapat memperbesar rasa syukur kita sebagai orang yang sedang sehat dan tidak mengalami penyakit tersebut.

Karena terkadang dalam keseharian kita kita kurang mengucap rasa syukur atas kesehatan yang kita terima dari Allah karena menganggap hal itu biasa saja kita dapatkan.

Meskipun rasa syukur itu sebaiknya hanya dipanjatkan di dalam hati saja karena ditakutkan menyinggung perasaan yang sedang sakit tersebut.

Amalan Penduduk Surga

Dari Abu Sa’id Al-Khudri radiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “5 perkara yang barang siapa melaksanakannya pada sehari akan dituliskan baginya (bahwasanya) dia termasuk dari penduduk Surga; barang siapa yang menjenguk orang sakit, menghadiri jenazah, berpuasa pada hari itu, pergi berangkat menuju masjid dan membebaskan budak.”(HR. Ibnu Hibban)

Membuahkan Pahala yang Besar

Seorang umat muslim yang menjenguk kenalannya yang sedang sakit tak hanya mempererat tali silaturahim diantara sesamanya, melainkan juga mendapat pahala yang sangat besar dari Allah. Karena menjenguk orang sakit memiliki nilai ibadah di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Mengingatkan Pada Akhirat

Dari Abu Sa’id Al-Khudri radiyallahu anhu berkata, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam berabda: “Kunjungilah orang yang sakit dan ikutilah jenazah, (hal tersebut) mengingatkan kalian dari akhirat.”(HR. Ahmad).

Demikianlah penjelasan mengenai doa ketika sakit. Selalu dekatkan diri kita kepada Allah, karena hanya padanyalah kita bergantung dan memohon. Wallahu a’lam bish shawab.

Doa Pembuka Rezeki

Neny S.
5 min read

Doa Ketenangan Hati

Neny S.
3 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *