Doa Pembuka Rezeki

5 min read

Doa Pembuka Rezeki

Siapa manusia yang tidak memilki rezeki? Semua manusia sejak dihidupkan di dunia sudah disiapkan oleh Allah Subhanallahu Wa Ta’ala rezeki atas manusia tersebut. Bahkan sejak dalam kandungan pun pada dasarnya semua orang telah memiliki rezeki.

Allaahulladzii khalaqakum summa razaqakum summa yumiitukum summa yuhyiikum, hal min syurakaa’ikum may yaf’alu min dzaalikum min syaii’, sub-haanahuu wa ta’aalaa ‘ammaa yusyrikuun

“Allah lah yang menciptakan kamu, kemudian memberikanmu rezeki, kemudian mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (kembali). Adakah di antara yang kamu sekutukan dengan Allah itu yang dapat berbuat sesuatu dari yang demikian itu? Maha Sucilah Dia dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan.”(QS. Ar-rum 40)

Untuk mengetahui mengenai kumpulan doa yang dikenal mustajab pembuka rezeki dan agar menarik rizki mari simak pembahasan berikut ini.

Hakikat Rezeki dalam Pandangan Islam

Ada beberapa konsep rezeki yang dapat disimpulkan menurut pandangan Islam, yaitu:

  • Rezeki sudah dijamin Allah

Semua makhluk yang diciptakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala di atas muka bumi ini baik yang berakal maupun yang tidak berakal telah memiliki rezeki sendiri yang telah dijamin oleh Allah.

Ada banyak dalil yang mendukung hal ini. Salah satunya adalah firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang berbunyi:

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا

Tidak ada satupun yang bergerak di muka bumi ini kecuali Allah yang menanggung rizkinya. (QS. Hud: 6)

Seorang anak yang terlahir di dunia bahkan sejak masih dikandunganpun mendapat rezeki oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Seorang kepala keluarga mencari nafkah untuk keluarganya, akan tetapi Allah telah menetapkan rezeki dari setiap anggota keluarganya meskipun yang tidak bekerja.

Allah lah yang memberikan rezeki tersebut, sedangkan kepala keluarga yang mencari nafkah hanya menjadi perantara saja.

Akan tetapi meskipun telah dijanjikan rezeki oleh Allah selama hidup, tidak benar seorang umat manusia berpangku tangan saja tanpa berikhtiar. Sesuai sabda Rasulullah:

لَوْ أَنَّكُمْ تَوَكَّلْتُمْ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوحُ بِطَانًا

“Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, niscaya Allah akan memberikan rezeki kepada kalian sebagaimana Dia memberi rezeki kepada seekor burung, yang keluar pada pagi hari dalam keadaan lapar lalu sore harinya pulang dalam keadaan kenyang.” (HR. Turmudzi)

  • Rezeki harus dihabiskan

Setiap ciptaan Allah tidak akan mati sampai habis semua jatah rezekinya. Dalam hal ini dapat dipahami bahwa pada dasarnya semua rizki yang halal itu sudah ditakdirkan oleh Allah sejak awal yang dapat datang dari segala penjuru tanpa kita sangka-sangka.

Dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَيُّهَا النَّاسُ ، إِنَّ أَحَدَكُمْ لَنْ يَمُوتَ حَتَّى يَسْتَكْمِلَ رِزْقَهُ ، فَلا تَسْتَبْطِئُوا الرِّزْقَ ، اتَّقُوا اللَّهَ أَيُّهَا النَّاسُ ، وَأَجْمِلُوا فِي الطَّلَبِ ، خُذُوا مَا حَلَّ ، وَدَعُوا مَا حَرُمَ

“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya kalian tidak akan mati sampai sempurna jatah rezekinya, karena itu, jangan kalian merasa rezeki kalian terhambat dan bertakwalah kepada Allah, wahai sekalian manusia. Carilah rezeki dengan baik, ambil yang halal dantinggalkan yang haram.” (HR. Baihaqi)

  • Rezeki adalah apa yang sudah terpakai

Kemudian hakikat selanjutnya adalah, rezeki merupakan apa yang telah kita pakai dan peroleh manfaatnya. Jadi yang kita punya atau kumpulkan saja belum tentu menjadi rezeki kita.

Dari Abdullah bin Sikhir radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

يَقُولُ ابْنُ آدَمَ مَالِى مَالِى – قَالَ – وَهَلْ لَكَ يَا ابْنَ آدَمَ مِنْ مَالِكَ إِلاَّ مَا أَكَلْتَ فَأَفْنَيْتَ أَوْ لَبِسْتَ فَأَبْلَيْتَ أَوْ تَصَدَّقْتَ فَأَمْضَيْتَ

Manusia selalu mengatakan, “Hartaku… hartaku…” padahal hakekat dari hartamu – wahai manusia – hanyalah apa yang kamu makan sampai habis, apa yang kami gunakan sampai rusak, dan apa yang kamu sedekahkan, sehingga tersisa di hari kiamat. (HR. Ahmad)

Meskipun kita punya satu gudang makanan, namun yang menjadi rezeki kita adalah apa yang kita makan saja. Oleh karenanya dalam Islam tidak dianjurkan berlebih-lebihan dalam memiliki harta karena kelak apa yang kita miliki akan dihisab dan dipertanggung jawabkan dihadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

12 Pintu Rezeki

Seperti yang kita ketahui ada banyak cara rezeki datang kepada kita, bahkan kerap kali rezeki itu datang dari arah yang tak diduga-duga. Ada 12 pintu rezeki yang disediakan oleh Allah, yaitu:

1. Rezeki yang dijamin

Seperti yang telah dijelaskan pada pembahasan mengenai hakikat rezeki, ada rezeki yang memang telah ditetapkan atas makhlukNya dan dijamin oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Sebagaimana yang tertuang dalam Quran surat Huud ayat 6:

“Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semuanya (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz)”.(QS. Huud 6)

2. Rezeki karena bersyukur

Seorang hamba yang banyak bersyukur kepada Allah atas segala keberkahan rezeki yang telah diterimanya akan membukakan pintu rezeki lainnya. Misalnya ketika ia diberikan kelancaran pekerjaan atau tengah dilimpahi rezeki yang tak hanya berupa kekayaan materi.

Sebagaimana dalam surat Ibrahim ayat 7 Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat’”.(QS.Ibrahim 7)

3. Rezeki karena bersilaturahim

Barang siapa yang rajin bersilaturahim maka Allah akan memberikan ganjaran terbukanya pintu rezeki disamping pahala yang akan diberikan.

4. Rezeki karena berusaha

Orang yang berusaha akan mendapatkan rezeki dari Allah sesuai dengan besarnya usaha yang dilakukannya. Tentunya seseorang yang berusaha harus memantapkan niatnya berusaha karena Allah Ta’ala.

Sesuai dengan Quran surat An Najm ayat 39 yang menyebutkan:

“Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya”.(QS. An-Najm 39)

5. Rezeki karena istighfar

Di dalam Al Quran terdapat perintah untuk selalu beristighfar memohon ampunan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Hal ini tertuang pada surat Nuh ayat 10 hingga 1 yang berbunyi:

“Maka aku berkata (kepada mereka), ‘Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, sungguh, Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu’”.

6. Rezeki karena beriman dan bertakwa

Barang siapa yang senantiasa dalam hidupnya beriman dan bertaqwa kepada Allah, maka ia akan diberikan ganjaran berupa terbukanya pintu rezeki.

7. Rezeki yang tak terduga

Allah selalu memiliki cara untuk menyampaikan rezeki kepada hambaNya, meskipun kita telah menghitung-hitung pemasukan kita namun terkadang datang rezeki dengan cara yang tidak kita sangkakan.

Di di dalam Quran pada akhir ayat 2 surat at Thalaq disebutkan:

“… Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya”.

8. Rezeki karena berkorban untuk agama

Mengorbankan diri, harta dan waktu untuk urusan agama bahi seorang muslim akan membuka pintu rezeki lainnya.

9. Rezeki karena menikah

Banyak orang mengkhawatirkan untuk memulai membina rumah tangga meskipun telah menemukan jodohnya dengan alasan takut ekonominya tidak sanggup. Padahal Allah telah menjanjikan terbukanya rezeki bagi siapa yang menikah.

Dalam surat An Nuur ayat 32:

Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui”.(QS. An-Nuur 32)

10. Membaca Al-Quran dan Shalat Dhuha

Barang siapa yang selalu membaca al Quran, terutama membaca surat Al Waqiah dan melaksanakan sholat dhuha di pagi hari secara istiqomah, maka akan membuka pintu rezeki baginya.

11. Rezeki karena sedekah

Allah Subhanahu Wa Ta’alakemudian juga menjanjikan terbukanaya pintu rezeki kepada setiap orang yang bersedekah, seperti yang tertuang dalam Quran surat Al Baqarah ayat 245:

“Barang siapa meminjami Allah dengan pinjaman yang baik, maka Allah melipatgandakan ganti kepadanya dengan banyak. Allah menahan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan”.

12. Rezeki karena Anak

Dalam surat Al Isra’ ayat 31 terdapat larangan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada hambanya untuk membunuh anak, bahkan orang miskin yang takut tidak mampu memberikan makan anaknya. Karena rezeki anak-anaknyapun Allah lah yang menjanjikan.

“Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kamilah yang memberi rezeki kepada mereka dan kepadamu. Membunuh mereka itu sungguh suatu dosa yang besar”.(QS. Al-Isra 31)

Amalan Untuk Memperlancar Rezeki

1. Membaca ‘Allahumak finii bi halaalika ‘an haroomika wa aghninii bi fadhlika ‘amman siwaak’

اللَّهُمَّ اكْفِنِى بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِى بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

“Ya Allah cukupkanlah aku dengan yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari bergantung pada selain-Mu.”

2. Membaca Surah Al-Ikhlas

Ada banyak ayat yang terdapat dalam Al-quran yang dianjurkan oleh Rasulullah Salallahu ‘Alaihi Wasallam untuk diamalkan ketika berdoa dan berzikir yang diantaranya ialah surat al-ikhlas.

3. Membaca ‘Allahummaghfirlii, warhamnii, wahdinii, wa ‘aafinii, warzuqnii’

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ، وَارْحَمْنِي ، وَاهْدِني ، وَعَافِني ، وَارْزُقْنِي

“Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, berilah petunjuk padaku, selamatkanlah aku (dari berbagai penyakit), dan berikanlah rezeki kepadaku.”

4. Allahumma aktsir maalii wa waladii, wa baarik lii fiimaa a’thoitanii wa athil hayaatii ‘ala tho’atik wa ahsin ‘amalii wagh-fir lii

اللَّهُمَّ أكْثِرْ مَالِي، وَوَلَدِي، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أعْطَيْتَنِي وَأطِلْ حَيَاتِي عَلَى طَاعَتِكَ، وَأحْسِنْ عَمَلِي وَاغْفِرْ لِي

“Ya Allah perbanyaklah harta dan anakku serta berkahilah karunia yang Engkau beri. Panjangkanlah umurku dalam ketaatan pada-Mu dan baguskanlah amalku serta ampunilah dosa-dosaku.”

5. Robbighfirlii warahmnii, wajburnii, warfa’nii, warzuqnii, wahdinii

Dalam hadits Ibnu ‘Abbas disebutkan do’a duduk antara dua sujud yang dibaca oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu:

رَبِّ اغْفِرْ لِي ، وَارْحَمْنِي ، وَاجْبُرْنِي ، وَارْفَعْنِي ، وَارْزُقْنِي ، وَاهْدِنِي.

Ya Allah ampunilah aku, rahmatilah aku, cukupkanlah aku, tinggikanlah derajatku, berilah rezeki dan petunjuk untukku.” (HR. Ahmad)

6. Allahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyibaa, wa ‘amalan mutaqobbalaa

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا

“Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rizki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik)”.

7. Memperbanyak Istighfar

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَكْثَرَ مِنْ الِاسْتِغْفَارِ ,جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا، وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

“Barang siapa memperbanyak istighfar; niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya dan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka” (HR. Ahmad dari Ibnu Abbas).

Demikianlah penjelasan mengenai Doa Pembuka Rezeki. Disamping doa-doa yang telah kita panjatkan hal yang paling penting adalah terus berusaha dan mensyukuri apa yang telah Allah berikan. Karena Allah maha tau apa-apa yang baik untuk kita miliki. Allahu a’lam bish shawab.

 

Doa Ketika Sakit

Neny S.
5 min read

Doa Ketenangan Hati

Neny S.
3 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *