Doa Setelah Sholat Istikharah

4 min read

Doa Setelah Sholat Istikharah

Dalam agama Islam terdapat berbagai jenis ibadah yang dilaksanakan umat muslim dan memiliki keutamaan yang berbeda-beda pula.

Seperti amalan-amalan sunnah yang biasanya memiliki keistimewaan yang berbeda-beda, salah satu jenis ibadah sunnah adalah shalat istikharah. Keutamaan shalat istikharah secara garis besar adalah agar diberikan petunjuk oleh Allah.

Sholat Istikharah

Salat istikhoroh merupakan shalat yang dilaksanakan dengan tujuan meminta petunjuk kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala terhadap pilihan yang sedang kita hadapi, agar diberikan jawaban terbaik.

Beberapa orang sering mengartikan sholat istikhoroh sebagai sholat memilih jodoh.

Namun sebenarnya keutamaan shalat istikharah ini bukan hanya tertuju pada perkara jodoh saja, melainkan berbagai pilihan hidup yang dirasa sulit.

وَ عَسٰۤی اَنۡ تَکۡرَہُوۡا شَیۡئًا وَّ ہُوَ خَیۡرٌ لَّکُمۡ ۚ وَ عَسٰۤی اَنۡ تُحِبُّوۡا

شَیۡئًا وَّ ہُوَ شَرٌّ لَّکُمۡ ؕ وَ اللّٰہُ یَعۡلَمُ وَ اَنۡتُمۡ لَا تَعۡلَمُوۡنَ

Artinya:

“Boleh jadi, kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi (pula) kamu menyukai semua, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al Baqarah ayat 216).

Baca Juga : Pernikahan Dalam Islam

Waktu Melaksanakan Sholat Istikharah

Tidak ada aturan khusus tentang kapan sholat istikharah dapat dilaksanakan. Adapun anjuran waktunya di sepertiga malam adalah berdasar pada Hadits Riwayat Imam Bukhari dan Muslim.

Rasulullah Salallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda :

“Pada setiap malam, Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan turun hingga ke langit dunia, sampai waktu akhir di sepertiga malam”. (HR.  Imam Bukhari & Muslim)

 

Hukum Sholat Istikharah

Dikutip dari buku ‘Al-Adzkar’ karya Imam Nawawi, sholat Istikharah hukumnya adalah sunnah yang sangat dianjurkan atau disebut juga sunnah muakkad terhadap semua urusan atau perkara yang berupa beberapa pilihan.

Hal ini berlandaskan pada sebuah hadits Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam, dalam riwayat Jabir Ibn Abdillah radiyallahu anhu. Bahwa Rasulullah  bersabda:

اذا هم أحد كم بالأمر فليركع ركعتين ثم ليقل: أللهم (رواه البخاري)

Artinya : Jika di antara kalian hendak melakukan perkara/urusan, maka rukuklah (sholatlah) dua rakaat, kemudian berdoa (HR. Bukhori)

 

Doa Setelah Sholat Itikharah Arab

Setelah melaksanakan shalat istikharah, selanjutnya dianjurkan untuk membaca doa berikut ini :

اَللّٰهُمَّ اِنِّى اَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ وَاَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ وَاَسْئَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ فَاِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَآاَقْدِرُ وَلَآاَعْلَمُ وَاَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوْبِ. اَللّٰهُمَّ اِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ اَنَّ هَذَااْلاَمْرَ(…)خَيْرٌلِّىْ فِىْ دِيْنِىْ وَمَعَاشِىْ فَاقْدُرْهُ لِىْ وَيَسِّرْهُ لِىْ ثُمَّ بَارِكْ لِىْ فِيْهِ وَاِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ اَنَّ هذَااْلاَمْرَشَرٌّلِّىْ فِىْ دِيْنِىْ وَمَعَاشِىْ وَعَاقِبَةِ اَمْرِىْ وَعَاجِلِهِ وَآجِلِهِ فَاصْرِفْهُ عَنِّىْ وَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاقْدُرْهُ لِيَ الْخَيْرَحَيْثُ كَانَ ثُمَّ رَضِّنِىْ بِهِ

Doa Setelah Sholat Itikharah Latin

Allahumma inni astakhiruka bi ‘ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlika, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta’lamu wa laa a’lamu, wa anta ‘allaamul ghuyub.

Allahumma fa-in kunta ta’lamu hadzal amro (menyebutkan persoalannya) khoiron lii fii ‘aajili amrii wa aajilih (aw fii diinii wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii) faqdur lii, wa yassirhu lii, tsumma baarik lii fiihi.

Allahumma in kunta ta’lamu annahu syarrun lii fii diini wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii (fii ‘aajili amri wa aajilih) fash-rifnii ‘anhu, waqdur liil khoiro haitsu kaana tsumma rodh-dhinii bih.

 

Arti Doa Setelah Sholat Itikharah

“Ya Allah, sesungguhnya, aku memohon kebaikan kepada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kemampuan kepada-Mu dengan kekuasaan-Mu dan aku memohon kepada-Mu dari anugerah-Mu yang Agung. Sesungguhnya, Engkau Mahakuasa sedang aku tidak kuasa, Engkau Mahatahu sedang aku tidak mengetahui, Engkaulah Dzat yang Maha Mengetahui perkara yang gaib.

Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini (sebutkan persoalannya) adalah baik bagiku dalam agamaku, kehidupanku, dan akhir urusanku, maka tentukanlah untukku, mudahkanlah jalannya dan berkahilah aku di dalamnya.

Dan apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini adalah buruk bagiku dalam agamaku, kehidupanku dan akhir urusanku, maka jauhkanlah ia dariku dan jauhkanlah diriku darinya, tentukanlah untukku apapun yang terbaik, kemudian jadikanlah aku ridha dengannya.”

Baca Juga : Tata Cara Ta’aruf

Makna Doa Sholat Istikharah

Adapun makna dari doa setelah shalat istikharah diatas adalah sebagai berikut:

1. Allaahumma inni astakhiiruka bi’ilmika

Allaahumma inni astakhiiruka bi’ilmika ( اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ ) bermakna meminta petunjuk yang terbaik kepada Allah dari dua perkara dengan pertolongan ilmu-Nya yang meliputi segala sesuatu.

Sebab, Ialah yang lebih mengetahui tentang apa-apa yang terbaik. Allah Maha Mengetahui keseluruhan dan rincian yang baik di antara keduanya.

Firman Allah pada Al Quran surah Al Baqarah ayat 216:

وَ اللّٰہُ یَعۡلَمُ وَ اَنۡتُمۡ لَا تَعۡلَمُوۡنَ

Artinya:

“…Allah Mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah 216)

2. Wa’astaqdiruka

Wa’astaqdiruka ( وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ ) maknanya kita meminta kepada Allah dengan kekuasaan-Nya yang sempurna.

Agar Allah memberikan kekuatan kepada kita untuk memudahkan urusan serta memudahkan kebaikan. Sesungguhnya tiada daya dan upaya melainkan dengan pertolongan-Nya.

3. Wa’asaluka min fadhika

Wa’asaluka min fadhika ( وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ ) bermakna meminta karunia-Nya yang besar. Maksud dari karunia disini ialah kemampuan menentukan atau memilih diantara perkara tersebut, kejelasan, kekuatan dan juga kemudahan untuk meraih kebaikan atas perkara itu.

Hal ini mengisyaratkan bahwasannya pemberian Allah adalah sebuah karunia atau anugerah. Dan segala kenikmatan yang diupayakan oleh seorang hamba bisa didapat atas kehendak Allah.

4. Fa’innaka taqdiru walaa aqdiru

Fa’innaka taqdiru walaa aqdiru ( فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ ) maknanya adalah bahwa kesempurnaan dan kekuasaan itu hanya milik Allah.

Segala yang terjadi pada apapun di muka bumi adalah atas kekuasaan, kehendak, dan ketetapan-Nya. Sedangkan kita sebagai manusia hanyalah makhluk lemah tanpa daya apapun.

5. Wata’lamu walaa ‘alamu

Wata’lamu walaa ‘alamu ( وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ ) bermakna tentang hakikat ilmu yang hanyalah milik Allah. Segala takdir yang terjadi pada diri kita adalah karena ilmu dan kesempurnaan pengetahuan Allah.

Kita sebagai manusia tidak mampu mengetahui segala perkara kecuali atas kehendak-Nya. Allah Maha mengetahui bahkan sebelum Ia memberikan ilmu itu pada kita.

6. Wa anta ‘allaamul ghuyuub

Wa anta ‘allaamul ghuyuub ( وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ ) bermakna bahwa Allah adalah Dzat yang Maha tahu tentang segala perkara gaib, baik yang tersembunyi maupun rahasia.

Allah mengetahui tiap-tiap urusan makhluk-Nya dalam segala segi, baik kebaikan juga keburukannya, kemudahan juga kesulitannya, dunia juga akhiratnya serta hal lainnya. Allah Maha mengetahui.

7. Allaahumma in kunta ta’lamu hadzal amra khairun lii fii diini

Allaahumma in kunta ta’lamu hadzal amra khairun lii fii diini ( اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ (…)  خَيْرٌ لِى فِى دِينِى ) bermakna jika memang perkara yang kita inginkan ini menurut Allah baik untuk diri kita dan agama kita.

Dimaksudkan jika baik dalam agama maka artinya perkara itu akan mendatangkan kemaslahatan dalam ibadah dan ketaatan kepada Allah serta tidak akan mendatangkan musibah, dosa ataupun kemurkaan Allah.

Kalimat “allahumma in kunta ta’lamu….” (ya Allah, apabila Engkau mengetahui) bukan bermaksud meragukan ke-Mahatahuan Allah. Melainkan bentuk penyerahan diri pada pengetahuan Allah terhadap perkara yang kita mintakan petunjuk-Nya.

8. Wama’aasyi

Wama’aasyi ( وَمَعَاشِى ) bermakna jika perkara itu baik untuk agama kita maka akan baik pula untuk kehidupan dunia kita. Kebaikan dunia berarti nikmat dan rezeki yang Allah datangkan.

9. Wa’aaqibatu amrii

Wa’aaqibatu amrii ( وَعَاقِبَةِ أَمْرِى ) bermakna perkara yang Allah pilihkan akan baik pula untuk akhir dari perkara kita. Akhir dari perkara maksudnya adalah tentang masa depan yang dekat dan yang jauh.

Masa depan yang dekat artinya kehidupan yang akan datang. Sementara masa depan yang jauh berarti kehidupan di akhirat kelak.

10. Faqdurhu lii wayassirhu

Faqdurhu lii wayassirhu ( فَاقْدُرْهُ لِى وَيَسِّرْهُ ) bermakna jika perkara ini memang baik untuk semua hal (yang disebutkan diatas tadi) maka kita mohon Allah untuk menetapkan pilihan yang itu (perkara itu). Memohon semoga Allah siapkan dan juga mudahkan.

11. Tsumma baarik lii fiihi

Tsumma baarik lii fiihi ( ثُمَّ بَارِكْ لِى فِيهِ ) bermakna memohon kepada Allah untuk memperbanyak kebaikan dan keberkahan dalam apa yang Ia pilihkan atau takdirkan untuk kita serta memudahkannya.

12. Allaahumma wainkunta ta’lamu anna hadzal amra syarrun lii fii diinii wama’aasyi

Allaahumma wainkunta ta’lamu anna hadzal amra syarrun lii fii diinii ( وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ شَرٌّ لِى فِى دِينِى ) bermakna jika perkara yang kita inginkan ini menurut Allah buruk untuk kita dan agama.

Wama’aasyi ( وَمَعَاشِى ) bermakna maka perkara itu buruk pula untuk kehidupan dunia. Mengartikan sesuatu yang membawa kesengsaraan atau keburukan.

13. Wa’aaqibatu amrii

Wa’aaqibatu amrii ( وَعَاقِبَةِ أَمْرِى ) bermakna perkara itu akan buruk pula bagi kita di masa depan, baik itu di dunia maupun di akhirat.

14. Washrifhu ‘annii Fashrifnii

Washrifhu ‘annii Fashrifnii ( فَاصْرِفْهُ عَنِّىْ وَاصْرِفْنِيْ ) bermakna memohon agar tidak dipilihkan perkara itu jika membawa dampak yang buruk. Agar Allah membuat kita tidak mampu meraihnya atau menghilangkan hasrat kita untuk mencapainya.

15. Waqdur lii al-khaira khaitsu kaana tsumma radhdhiniibihi

Waqdur lii al-khaira khaitsu kaana tsumma radhdhiniibihi ( وَاقْدُرْهُ لِيَ الْخَيْرَحَيْثُ كَانَ ثُمَّ رَضِّنِىْ بِهِ ) bermakna memohon ditakdirkan kebaikan beserta kemudahan, dan minta diridhai Allah atas pilihan tersebut.

Baca Juga : Doa Minta Ketenangan Hati

Jawaban Sholat Istikharah

Kebanyakan orang menghubungkan petunjuk dengan mimpi, namun jawaban dari shalat istikharah tentu saja bukan berasal dari sana.

Bahkan bukan pula dengan membuka Al-Quran secara acak. Karena tidak ada landasan dalil maupun hadist yang sahih tentang hal itu.

Istikharah berisi doa-doa untuk dimudahkan dalam memilih, jadi dapat kita tarik kesimpulan apabila selanjutnya kita merasa dimudahkan dalam menggapai suatu pilihan, berarti itulah yang terbaik bagi kita.

Sebaliknya jika yang dijalani terasa banyak cobaan dipersulit atau penuh dengan rintangan, berarti hal itu tidak baik kita dan tidak dipilihkan oleh Allah.

Demikianlah penjelasan mengenai doa setelah shalat istikharah. Sebagai umat muslim jangan lupa untuk terus memperkaya ilmu mempertebal iman seperti dengan memperbanyak ibadah seperti shalat dan berdzikir.

Semoga amalan kita diterima oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Wallahu a’lam bish shawab.

 

Doa Pembuka Rezeki

Neny S.
5 min read

Doa Ketika Sakit

Neny S.
5 min read

Doa Ketenangan Hati

Neny S.
3 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *