Keutamaan Puasa Idul Adha

3 min read

Bagi umat muslim terdapat dua perayaan atau hari besar, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha.

Idul Fitri merupakan hari besar setelah habisnya bulan puasa atau Ramadhan, sementara Idul Adha dirayakan pada tanggal 10 Zulhijjah atau 70 hari setelah Idul Fitri.

 

Pengertian Idul Adha

Idul Adha dikenal juga dengan sebutan hari raya haji atau lebaran haji, karena bertepatan dengan 1 hari sebelum Idul Adha (9 Zulhijjah).

Yaitu ketika umat Islam yang sedang menunaikan ibadah haji akan melakukan ritual paling utama dari ibadah haji yaitu Wukuf di Padang Arafah.

Secara bahasa Idul atau id berasal dari kata “ada” yang berarti “kembali”, sedangkan “Adha” merupakan jamak dari “ad-hat” yang berarti qurban. Dengan demikian Idul Adha (عيد الأضحى) bisa diartikan dengan kembali berqurban.

Hal ini dikarenakan pada Idul Adha terdapat ritual menyembelih hewan qurban. Selain itu pada hari Idul Adha memiliki keistimewaan tersendiri bagi orang yang melengkapinya dengan melakukan amalan ibadah puasa.

Jika seorang umat muslim belum mampu menunaikan ibadah haji pada waktu ini, qurban dapat menjadi penggantinya.

Namun, jika belum mampu berkurban maka amalan yang dapat dilakukan pada Idul Adha adalah berpuasa.

 

Sunnah Puasa Idul Adha

Terdapat hadits yang menganjurkan berpuasa pada tanggal 8 Zulhijjah atau disebut dengan Puasa Sunnah Tarwiyah, namun sejumlah ulama menyebutkan bahwasannya hadits tersebut adalah tidak shahih.

Berpuasa pada tanggal 8 Dzulhijjah memang ada, namun bukan teristimewa pada hari tarwiyah (8 Dzulhijah) itu saja, melainkan karena baik untuk berpuasa pada tanggal 1 hingga 9 Zulhijjah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ  وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ

“Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzulhijjah).”

Para sahabat bertanya:

“Tidak pula jihad di jalan Allah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun.”(HR. Abu Daud)

Kemudian dari Hunaidah bin Kholid, dari istrinya, dari beberapa istri Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengatakan,

عَنْ بَعْضِ أَزْوَاجِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَصُومُ تِسْعَ ذِى الْحِجَّةِ وَيَوْمَ عَاشُورَاءَ وَثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ أَوَّلَ اثْنَيْنِ مِنَ الشَّهْرِ وَالْخَمِيسَ.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, pada hari ‘Asyura’ (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya.” (HR. Abu Daud)

Dari kesembilan hari diawal Zulhijjah yang keutamannya sangat besar adalah puasa Arafah, yaitu puasa sunnah yang dilaksanakan bertepatan dengan jemaah haji melaksanakan wuquf di Arafah pada tanggal 9 Zulhijjah.

Puasa Arafah merupakan puasa sunnah sangat dianjurkan mengingat manfaatnya yang luar biasa, yaitu menghapus dosa setahun lalu dan setahun yang akan datang.

Sesuai dengan Sabda Rasulullah Dari Abu Qotadah :

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ

Artinya:

“Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan dosa setahun yang akan datang.” (HR.Muslim).

Hukum Puasa Idul Adha

Puasa Arafah hukum pelaksanannya bagi umat Muslim adalah sangat dianjurkan atau disebut juga sunnah muakkad. Sunnah muakkad berarti ibadah ini mendekati wajib karena dianjurkan, namun tetap merupakan amalan sunnah.

 

Niat dan Doa Puasa Idul Adha

Seperti ibadah lainnya semuanya harus dimulai dengan niat. Dalam hal bacaan doa atau niat puasa sunah arafah tidak ada pelafadzan khusus.

Karena sesuai dengan pendapat jumhur ulama, niat hanya perlu ditekadkan dalam hati saja bahwa akan menunaikan ibadah tersebut.

Adapun pelaksanaannya sama seperti puasa pada umumnya dimulai ketika adzan subuh dan berbuka puasa ketika waktu maghrib tiba.

Baca Juga : Bacaan Doa setelah Sholat

Keutamaan Puasa Idul Adha

Adapun keutamaan puasa Arafah antara lain :

1. Menebus dosa selama 2 tahun

Sebagaimana hadist yang diriwayatkan Abu Qatadah al-Anshari Radhiyallahu Anhu diatas, ketika ditanya mengenai puasa arafah Rasulullah menjawab:

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ

“Ia menebus dosa setahun yang telah lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Imam Muslim).

Hadits ini merupakan hadits yang sahih, dimana berpuasa di hari arafah memiliki keutamaan yang sangat besar bagi seorang umat muslim.

Padahal amalan yang dilakukan adalah dalam waktu satu hari saja, namun keutamaan yang didapat yaitu pengampunan dosa yang sangat luar biasa.

Baca Juga : Cara Sholat Taubat

2. Amalan yang dicintai Allah

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ يَعْنِي أَيَّامَ الْعَشْرِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ

“Tidak ada satu amal saleh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal saleh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Zulhijjah).”

Para sahabat bertanya:

“Tidak pula jihad di jalan Allah?” Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun.” (HR. Abu Dawud & Ibnu Majah)

Hadits ini menjelaskan tentang keutamaan awal bulan Zulhijjah, yang mana 9 harinya kita berpuasa dan pada tanggal 10 Zulhijjah kita merayakan Idul Adha.

 

3. Mendapatkan Keutamaan Hari Arafah

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ

“Tidak ada hari di mana Allah membebaskan hamba dari neraka melebihi hari arafah” (HR. Muslim)

Dari hadits ini dapat kita lihat bahwa hari arafah bukan merupakan hari biasa, karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan kelebihan pada hari ini yaitu pengampunan dari kejamnya api neraka bagi siapa yang dikehendakinya.

 

4. Dikabulkan doanya

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Sebaik baik doa adalah doa pada hari Arafah.” (HR Tirmidzi)

Dari ‘Aisyah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ

“Di antara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arafah. Dia akan mendekati mereka lalu akan menampakkan keutamaan mereka pada para malaikat. Kemudian Allah berfirman: Apa yang diinginkan oleh mereka?” (HR. Muslim)

 

5. Mengikuti Sunnah Rasulullah

أَرْبَعٌ لَمْ يَكُنْ يَدَعُهُنَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صِيَامَ عَاشُورَاءَ وَالْعَشْرَ وَثَلَاثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْغَدَاةِ

“Ada empat perkara yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah yaitu puasa asyura, puasa hari arafah, puasa tiga hari setiap bulan dan shalat dua rakaat sebelum subuh” (HR. An Nasa’i & Ahmad)

 

6. Jauh dari siksa api neraka

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ عَبْدٍ يَصُوْمُ يَوْمًا فِي سَبِيْلِ اللَّهِ إِلاَّبَاعَدَ اللَّهُ بَذَلِكَ وَجْهَهُ عَنِ النَّارِ سَبْعِيْنَ خَرِيْفًا

“Tidaklah seorang hamba yang puasa di jalan Allah kecuali akan Allah jauhkan dia (karena puasanya) dari neraka sejauh tujuh puluh musim” (HR. Bukhari & Muslim)

Demikianlah penjelasan mengenai Puasa Sunnah Idul Adha. Semoga ilmu yang didapat bermanfaat bagi kita semua dan diterima oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Wallahu a’lam bish shawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *