Sholat Tahiyatul Masjid

Sholat Tahiyatul Masjid

Shalat merupakan ibadah dalam agama Islam. Bagi seorang muslim terdapat jenis shalat wajib maupun sunnah. Shalat sunnah merupakan ibadah penunjang yang baik jika dikerjakan.

Salah satu jenis sholat sunnah adalah sunnah tahyattul mesjid. Yang merupakan shalat sunnah ketika pertama kali menginjakkan kaki di masjid.

Untuk penjelasan selengkapnya, simak artikel berikut ini.

Defenisi Shalat Tahiyatul Masjid

Ketika kita tiba pertama kali di masjid, sebelum kita sempat duduk kita disunnahkan terlebih dahulu melaksanakan suatu ibadah sunnah.

Ibadah itu ialah shalat sunah tahiyatul masjid. Yang terdiri dari dua rakaat dan dilaksanakan saat telah atau baru memasuki masjid.

Hal ini sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah Salallahu ‘Alaihi Wasallam:

إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ الْمَسْجِدَ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يَجْلِسَ

“Jika salah seorang dari kalian masuk masjid, maka hendaklah dia shalat dua rakaat sebelum dia duduk.” (HR. Al-Bukhari & Muslim)

Jika kita telah duduk saat berada di dalam mesjid maka hilanglah kesempatan untuk menunaikan sholat sunnah tahiyatul masjid, meskipun sebentar.

Lain halnya jika kita lupa atau baru tahu, maka diperbolehkan untuk langsung berdiri menunaikan sholat sunnah tahiyatul masjid, asal duduknya belum terlalu lama.

Baca Juga : Sholat Sunnah Shubuh

Waktu Terbaik Sholat Tahiyatul Masjid

Menurut pendapat Ibnu Thaimiyyah, disyari’atkannya untuk menunaikan sholat tahiyatul masjid adalah di setiap waktu atau tidak ada waktu terlarang.

Karena shalat tahiyatul masjid merupakan jenis sholat yang dilaksanakan karena adanya sebab. Dalam hal ini sebabnya adalah masuk masjid.

Apabila ketika kita masuk masjid namun azan sedang dikumandangkan, maka diperintahkan untuk mendahulukan menjawab adzan dan menunda melaksanakan shalat tahiyatul masjid.

Hal ini dikarenakan menjawab adzan adalah lebih penting hukumnya. Kecuali adzan tersebut adalah pada hari jum’at yang merupakan adzan khutbah.

Maka pada kondisi tersebut disunnahkan untuk langsung melaksanakan shalat tahiyatul masjid agar nantinya sempat mendengar khutbah. Karena mendengarkan khutbah adalah lebih penting.

Sedangkan apabila kita masuk ke masjid saat imam tengah berkhutbah, maka tetap disunnahkan mengerjakan sholat tahiyatul masjid, hanya saja diperintahkan untuk dilaksanakan secara cepat.

إذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ الْمَسْجِدَ وَالْخَطِيبُ عَلَى الْمِنْبَرِ فَلَا يَجْلِسْ حَتَّى يُصَلِّيَ رَكْعَتَيْنِ

“Jika salah seorang di antara kalian masuk masjid dan khotib sedang berkhutbah di mimbar, maka janganlah kalian duduk sampai kalian menunaikan shalat sunnah dua raka’at.”

Namun apabila khatib hampir menyelesaikan khutbahnya, dan dirasa apabila mengerjakan shalat tahiyatul masjid akan membuat kita ketinggalan shalat jum’at.

Maka hendaklah berdiri untuk menunaikan shalat jum’at, dan ketika selesai hendaklah mengerjakan shalat tahiyatul masjid sebelum duduk.

Bagi seorang imam lebih diutamakan untuk langsung mendirikan shalat fardhu tanpa sholat tahiyatul masjid.

Hal ini dikarenakan imam datang di akhir, yang mana kedatangannya adalah tanda untuk mengumandangkan iqamat.

Kecuali jika imam datang di awal waktu, maka diperkenankan untuk sholat tahiyatul masjid sebagaimana makmum.

Tata Cara Sholat Tahiyatul Masjid

Melaksanakan sholat sunnah tahiyatul masjid sangatlah dianjurkan, sampai-sampai makruh hukumnya jika ditinggalkan, kecuali dalam kondisi yang mendesak. Misalnya muadzin sudah iqamah.

Adapun tata cara pelsanaan dan bacaannya sama dengan shalat pada umumnya, antara lain :

Niat

Niat shalat tahiyatul masjid seperti pendapat para jumhur ulama, tidak ada ketentuan ataupun lafadz khusus. Hanya dengan niat dari dalam hati karena Allah Ta’ala.

Takbiratul Ihram

Gambar Takbir Sholat Tahiyatul Masjid

Posisinya adalah seperti gambar diatas, sembari mengucap “Allahu Akbar”, tangan diposisikan bersedekap, seperti pada gambar berikut :

Gambar bersedekap Sholat Tahiyatul Masjid

Doa iftitah, namun tidak diwajibkan

Selanjutnya bisa membaca do’a iftitah sebagaimana biasa.

Membaca Surat Al Fatihah

alfatihah

Membaca surat Al-Qur’an

Dilanjutkan membaca salah satu surat atau ayat dari Al-Qur’an

Ruku’

Mengangkat tangan ke samping telinga seperti pada posisi takbiratul ihram seraya mengucap “Allahu Akbar” (selanjutnya akan disebut takbir), kemudian melakukan gerakan rukuk seperti pada gambar dibawah.

Gambar rukuk Sholat Tahiyatul Masjid

Tangan keduanya menggengam lutut, mata memandang tempat sujud, punggung dan kepala rata, kemudian membaca doa:

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ

Subhaana rabbiyal azhiimi wa bi hamdih 3x

“Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung dan dengan segala puji bagi-Nya.”

I’tidal

Sambil berdiri melakukan takbir lagi, seraya mengucap “Allahu Akbar”

Gambar i'tidal Sholat Tahiyatul Masjid

Saat i’tidal diperintahkan membaca doa :

رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

Robbanaa walakal hamdu

“Wahai Tuhan kami, bagiMu segala puji.” (HR. Bukhari & Muslim)

Sujud

Kembali melakukan takbir kemudian melakukan posisi sujud seperti pada gambar dibawah.

Gambar sujud Sholat Tahiyatul Masjid

Kemudian membaca doa :

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Subhaana robbiyal ‘a’la wabihamdih 3x

“Mahasuci Tuhanku yang Mahatinggi dan segala puji bagiNya.”

Duduk diantara sujud

Setelah sujud kemudian mengambil posisi duduk seraya mengucap “Allahu Akbar” (tanpa gerakan tangan takbir)

Gambar duduk di antara 2 sujud Sholat Tahiyatul Masjid

Seraya membaca :

رَبِّ اغْفِرْ لِى وَارْحَمْنِى وَاجْبُرْنِى وَارْزُقْنِى وَارْفَعْنِى

Robbighfirlii warhamnii wajburnii warzuqnii warfa’nii

“Ya Allah ampunilah aku, kasihanilah aku, penuhilah kebutuhanku, berilah aku petunjuk dan tinggikanlah aku.” (Abu Dawud)

kemudian melanjutkan sujud yang kedua. Sama seperti posisi dan bacaan sujud sebelumnya.

Selanjutnya bangkit untuk melaksanakan rakaat kedua, melakukan gerakan dan bacaan sama persis hingga kembali pada gerakan sujud kedua.

Tasyahud akhir

Ketika selesai sujud kedua (rakaat kedua) kemudian melakukan doa tasyahhud akhir dengan cara duduk tasyahhud (tahiyat) akhir. Posisinya seperti gambar berikut :

Gambar tahiyat akhir Sholat Tahiyatul Masjid

Hendaknya tangan kiri diletakkan di atas paha kiri dengan posisi jari-jari tangan yang terkembang, dan meletakkan tangan kanan di paha kanan seraya menegakkan jari telunjuk kanan dimulai dari awal tasyahhud (Atahiyat), kemudian membaca :

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ صَلَّيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللَّهُمَّ باَرِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ باَرَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa shollaita ‘alaa Ibrahim wa ‘alaa aali Ibrahim innaka hamiidummajiid. Allahumma baarik ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa baarokta ‘alaa Ibrahim wa ‘alaa aali Ibrahimm innaka hamiidum majiid.

“Ya Allah, berilah rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana Engkau telah memberikan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah, berilah keberkahan kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana Engkau telah memberikan keberkahan kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.” (HR. Bukhari)

Salam

Terakhir adalah salam (mengucap assalaamu’alaikum wa rahmatullaah), yang diikuti dengan menoleh ke kanan pada saat mengucap kata ‘wa rahmatullah’ yang pertama dan menoleh ke kiri pada saat mengucapkan kata ‘wa rahmatullah’ yang kedua.

Gambar Salam Sholat Tahiyatul Masjid

Baca Juga : Bacaan Doa Setelah Shalat

Keutamaan Sholat Tahiyatul Masjid

Ada beberapa keutamaan bagi yang melaksanakan shalat tahiyatul masjid antara lain sebagai berikut :

1. Sebaik-baik Amalan

Sholat tahiyatul masjid merupakan salah satu amalan yang paling utama. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Beristiqamahlah kalian dan sekali-kali kalian tidak dapat istiqomah dengan sempurna. Ketahuilah, sesungguhnya amalan kalian yang paling utama adalah sholat. Tidak ada yang menjaga wudhu melainkan ia adalah seorang mukmin.” (HR. Ibnu Majah &  Ahmad)

2. Melengkapi Kekurangan Sholat Wajib

Sholat tahiyatul masjid dapat melengkapi kekurangan sholat wajib. Allah berfirman: Lihatlah, apakah hamba-Ku memiliki amalan sunnah. Jika hamba-Ku memiliki amalan sunnah.

Allah berfirman: sempurnakanlah kekurangan yang ada pada amalan wajib dengan amalan sunnahnya.” Kemudian amalan lainnya akan diperlakukan seperti ini.” (HR. Abu Daud, Ibnu Majah, Ahmad)

3. Menghapus Dosa dan Menaikkan Derajat

Salah satu keutamaan dari shalat tahiyatul masjid lainnya yakni menghapus dosa dan menaikkan derajat yaitu dengan memperbanyak sujud.

“Aku berkata pada Tsauban (Sahabat Rasulullah), ‘Beritahukan padaku suatu amalan yang dicintai Allah’.” Ketika ditanya, Tsauban malah diam. Kemudian ditanya kedua kalinya, ia pun masih diam.

Sampai ketiga kalinya, Tsauban berkata, ‘Aku pernah menanyakan hal yang ditanyakan tadi pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Beliau bersabda: “Hendaklah engkau memperbanyak sujud (perbanyak sholat) kepada Allah. Karena tidaklah engkau memperbanyak sujud karena Allah melainkan Allah akan meninggikan derajatmu dan menghapuskan dosamu’.”

Lalu Ma’dan berkata, “Aku pun pernah bertemu Abu Darda’ dan bertanya hal yang sama. Lalu sahabat Abu Darda’ menjawab sebagaimana yang dijawab oleh Tsauban padaku.” (HR. Muslim).

4. Sebagai Bentuk Rasa Syukur

Nikmat tak hanya berupa materi namun juga berupa kesehatan, nikmat mendengar, nikmat melihat, nikmat berbicara, dan nikmat lainnya.

Dalam sebuah hadits diriwayatkan, ketika Aisyah melihat Rasulullah, Aisyah bertanya: bukankah Allah Subhanallahu Wa Ta’ala telah mengampuni semua dosamu yang telah terjadi dan juga yang akan datang?

Kemudian Nabi menjawab dan berkata: Tidak bolehkah aku menjadi hamba yang banyak bersyukur (kepada Allah)?” (HR. Bukhari, Muslim).

5. Penghormatan Terhadap Masjid

Keutamaan lainnya mengerjakan sholat tahiyatul masjid adalah sebagai penghormatan terhadap masjid atau memakmurkan masjid.

Sebagaimana seseorang masuk ke rumahnya sendiri dengan mengawali ucapan salam, dan juga layaknya seorang sahabat yang mengucap salam kepada sahabatnya disaat mereka bertemu.

Demikianlah penjelasan mengenai sholat tahiyatul masjid lengkap beserta gambar, tulisan latin doanya dan artinya mulai dari takbiratul ihram hingga salam.

Semoga bermanfaat dan amalan kita semua diterima oleh Allah Subhanallahu Wa Ta’ala, aamiin. Wallahu a’lam bish shawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *