Sholat Tarawih

Sholat Tarawih

Bulan suci Ramadan adalah bulan yang paling ditunggu oleh umat muslim dan paling disambut dengan suka cita.

Berbagai amalan selama bulan Ramadan akan memiliki pahala yang banyak, sehingga orang berlomba-lomba dalam melaksanakan kebaikan.

Salah satu amalan yang bersifat sunnah adalah sholat tarawih yang dikerjakan mulai malam sebelum hari pertama Ramadan hingga sebelum hari raya Idulfitri.

Dalam pelaksanaannya tarawih, boleh dikerjakan secara berjamaah maupun sholat sendiri.

Defenisi Tarawih

Darimanakah istilah tarawih berasal?

Menurut Wikipedia Tarawih berasal dari bentuk jamak kata tarwihah yang artinya adalah istirahat atau sering juga dimaknai dengan ‘santai’ alias tidak tergesa-gesa.

Jadi, tarawih bisa diartikan sebagai ibadah shalat sunnah yang pelaksanannya ditunaikan dengan tenang dan tidak tergesa-gesa.

Sebagian besar umat muslim melaksanakan ibadah tarawih ini dengan berjamaah di masjid, mushola, maupun di rumah masing-masing.

Walaupun merupakan amalan Sunnah, namun tarawih memiliki keutamaan yang sungguh besar.

Selain itu, kita hanya bisa melaksanakan ibadah ini pada bulan Ramadan saja. Ramadan ini seakan tidak pernah habis dengan berbagai amalan yang bisa kita kerjakan

Sholat Tarawih Berapa Rakaat?

Sholat tarawih adalah sholat yang dilaksanakan pada malam hari, setelah melaksanakan sholat isya. Jumlah rakaat pada tarawih ini memang berbeda-beda.

Secara umum, kita bisa mengerjakan sholat ini dalam 8 rakaat ditambah dengan 3 rakaat witir.

Tarawih juga bisa dilaksanakan dalam 18 rakaat ditambah dengan 3 rakaat witir. Perbedaan ini hanya didasarkan pada kemantapan dan keafdholan setiap orang.

Bagi yang melaksanakan sholat tarawih 8 rakaat, bisa dikerjakan 2 rakaat dengan 1x salam. Bisa juga 4 rakaat dengan 1 kali salam, tanpa tahiyat awal.

Sedangkan, tarawih 18 rakaat dikerjakan dalam 2 rakaat dengan 1x salam. Setiap orang biasanya memiliki kebiasan atau mengikuti dari imam yang memimpin.

Tidak ada ketentuan baku tentang jumlah rakaat tersebut, jadi baik yang 8 rakaat atau 18 rakaat tetap sah.

Hukum Sholat Tarawih

Merujuk pada beberapa dalil dan hadits shahih, maka para ulama sepakat menyatakan bahwa hukum sholat tarawih adalah sunnah.

Kategori sunnah pada tarawih ini adalah sunnah muakkad, yang artinya apabila dikerjakan, maka mendapat pahala, namun apabila tidak dikerjakan juga tidak berdosa.

Berikut ini adalah beberapa ayat Al-Quran dan hadits yang menjadi dasar hukum tarawih di bulan Ramadan.

Berdasarkan Al-Quran

إِنَّمَا يُؤْمِنُ بِآيَاتِنَا الَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِهَا خَرُّوا سُجَّدًا وَسَبَّحُوا بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونتَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُو

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman terhadap ayat-ayat Kami, adalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat (Kami), mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Tuhannya, sedang mereka tidak menyombongkan diri.”

Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka.” (QS. As-Sajadah: 15- 16)

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُون آخِذِينَ مَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ ۚإِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَٰلِكَ مُحْسِنِينَ كَانُوا قَلِيلًا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman (surga) dan di mata air-mata air, sambil mengambil apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik; Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam; Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah).” (QS. Adz-Dzariyat: 15-17)

Berdasarkan Hadits

Dari beberapa hadits Rasulullah Salallahu ‘Alaihi Wasallam yang telah diriwayatkan oleh para sahabatnya dijelaskan bahwa tarawih di bulan Ramadan termasuk salah satu amalan ibadah utama.

Hal ini bisa kita lihat pada hadits yang artinya :

“Seutama-utama puasa setelah puasa di bulan Ramadhan adalah (puasa) Bulan Muharram dan seutama-utama sholat setelah fardhu adalah sholat lail.”

Waktu Sholat Tarawih

Sholat tarawih walaupun dikerjakan pada malam hari namun berbeda dengan sholat malam lainnya seperti tahajud.

Dalam pelaksanaannya kita tidak perlu tidur terlebih dahulu sebelum melaksanakan tarawih.

Waktu untuk melaksanakan tarawih ini adalah setelah melaksanakan sholat fardhu isya’ dan tidak perlu menunggu hingga sepertiga malam.

Pada beberapa tempat setelah sholat isya’ selesai lalu dilanjutkan dengan kultum dan diteruskan sholat tarawih.

Tata Cara Sholat Tarawih

Tarawih boleh dikerjakan secara berjamaah atau dikerjakan sendiri. Tentang tata cara sholat tarawih ini sama dengan tata cara sholat sunnah lainnya.

Namun, untuk niat sholat secara sendirian atau berjamaah tentunya berbeda.
Sebelum sholat, biasanya ada kultum dan terdapat bilal yang memberi seruan ketika sholat berlangsung.

Berikut adalah tata cara menjalankan sholat tarawih sesuai dengan tuntunan beserta doa sholat tarawih dan witir lengkap.

Sholat Tarawih Sendiri

Rakaat Pertama

1. Niat sholat tarawih secara sendiri.
2. Takbiratul ihram dengan mengangkat kedua tangan.
3. Membaca bacaan doa iftitah. Doa ini bersifat Sunnah, namun dianjurkan untuk tetap dibaca.
4. Membaca surat Al-Fatihah dengan lafadz yang benar.
5. Membaca salah satu surat Al-Quran.
6. Melakukan ruku secara tuma’ninah.
7. Melakukan i’tidal secara sempurna dan tuma’ninah.
8. Sujud dengan tuma’ninah.
9. Melakukan iftirasy.
10. Melakukan sujud yang kedua dengan tuma’ninah.
11. Berdiri sempurna melanjutkan rakaat kedua.

Rakaat Kedua

1. Membaca surat Al-Fatihah.
2. Membaca salah satu surat Al-Quran.
3. Melakukan ruku secara tuma’ninah.
4. Melakukan i’tidal dengan sempurna dan tuma’ninah.
5. Sujud pertama secara tuma’ninah.
6. Melakukan iftirasy.
7. Melakukan sujud kedua secara tuma’ninah.
8. Tahiyat akhir diakhiri dengan salam.

Sholat Tarawih Berjamaah

Rakaat Pertama

1. Niat sholat tarawih secara berjamaah sebagai imam atau makmum.
2. Takbiratul ihram dengan mengangkat kedua tangan.
3. Membaca bacaan doa iftitah. Doa ini bersifat sunnah, namun dianjurkan untuk tetap dibaca.
4. Membaca surat Al-Fatihah.
5. Membaca salah satu surat atau ayat dalam Al-Quran.
6. Melakukan ruku secara tuma’ninah.
7. Melakukan i’tidal secara sempurna dan tuma’ninah.
8. Sujud dengan tuma’ninah.
9. Melakukan iftirasy.
10. Melakukan sujud yang kedua dengan tuma’ninah.
11. Berdiri sempurna melanjutkan rakaat kedua.

Rakaat Kedua

1. Membaca surat Al-Fatihah.
2. Membaca salah satu surat atau ayat dalam Al-Quran.
3. Melakukan ruku secara tuma’ninah.
4. Melakukan i’tidal dengan sempurna dan tuma’ninah.
5. Sujud pertama secara tuma’ninah.
6. Melakukan iftirasy.
7. Melakukan sujud kedua secara tuma’ninah.
8. Tahiyat akhir diakhiri dengan salam.

Doa selesai sholat Tarawih

Berikut doa setelah sholat tarawih yang sudah kami rangkum dari sumber yang shahih :

Bacaan Doa setelah Sholat Tarawih Arab

 

اَللَّهُمَّ اجْعَلْناَ بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنْ، وَلِلْفَرَآئِضِ مُؤَدِّيْنَ، وَلِلصَّلَاةِ حَافِظِيْنَ، وَلِلزَّكاَةِفَاعِلِيْنَ، وَلِمَاعِنْدَكَ طَالِبِيْنَ، وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ، وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ، وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِيْنَ، وَفِى الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ، وَفِى الْأَخِرَةِ رَاغِبِيْنَ، وَبِالْقَضَآءِ رَاضِيْنَ، وَلِلنَّعْمَآءِ شَاكِرِيْنَ،
وَعَلَى الْبَلَآءِ صَابِرِيْنَ، وَتَحْتَ لِوَآءِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَآئِرِيْنَ، وَاِلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنَ، وَاِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ، وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ، وَعَلَى سَرِيْرِ الْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ،
وَمِنْ حُوْرٍ عِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ، وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ، وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آَكِلِيْنَ، وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفَّى شَارِبِيْنَ، بِأَكْوَابٍ وَاَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مَنْ مَعِيْنٍ، مَعَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَآءِ وَالصَّالِحِيْنَ،
وَحَسُنَ أُوْلَئِكَ رَفِيْقًا، ذَلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا. اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا فِى هَذَا الشَّهْرِ الشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَآءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ، وَلاَ تَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَآءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَأَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ، بِرَحْمَتِكَ يَآاَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Bacaan Doa setelah Sholat Tarawih Latin

Allahummaj’alna bilimani kamilin, wa lil Faraidi Muaddin, walis shalati hafidzin, wa lizzakati fa’ilin, wa lima indaka thalibin, wa li afwika rajiin, wa bil huda mutamassikin, wa ‘anil laghwi mu’ridhi, wa fid dunya zahidin, wa fil akhirati raghibin, wabil qadhai radhiin, wa lin na’mai syakirin.

wa ‘alal bala’ shabirin, wa tahta liwai sayyidina muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yaumal qiyamati sa’irin, wa ilal haudi waridin, wa ilal jannati dahilin, wa minan nari naajiin, wa ‘ala sariril karamati qa’idin, wa min khurin ‘inin mutazawwijin, wa min sundusin wa istabraqin, wa dibaajin mutalabbisin, wa min tha’amil jannati akilin, wa min labanin wa’asalin mushaffaini syaribin, bi akwabin wa abariqa wa ka’sin min ma’in, ma’al ladzina an’amta alaihim minan nabiyyina was shiddiqiina was syuhada’i was sholihin, wa hasuna ula’ika rafiqaa, dzalikal fadhlu minallahi. Wa kafa billahi ‘alima.

Allahummaj’alna fi hadzas syahri syarifatil mubarakati minas su’ada’il maqbulin. Wa laa taj’alna minal azkiya’il marduudin. Wa shallallahu ‘ala sayyidina Muhammadin, wa ‘aalihi wa sahbihi ajma’in. birahmatika ya arhamar rahimin.

Baca juga : Doa Setelah Sholat

Doa Sesudah Sholat Witir

Berikut doa setelah sholat witir yang sudah kami rangkum dari sumber yang shahih :

Bacaan Doa setelah Sholat Witir Arab

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ
سُبُّوْحٌ قُدُّوْسٌ رَبُّنَا وَرَبُّ المَلَائِكَةِ وَالرُّوْح
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ لاَ أُحْصِى ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ
أَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْاَلُكَ إِيْمَانًا دَاِئمًا وَنَسْأَلُكَ قَلْبًا خَاشِعًا وَنَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَنَسْأَلُكَ يَقِيْنًا صَادِقًا وَنَسْأَلُكَ عَمَلًا صَالِحًا وَنَسْأَلُكَ دِيْنًا قَيِّمًا وَنَسْأَلُكَ خَيْرًا كَثِيْرًا وَنَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ وَنَسْأَلُكَ تَمَامَ الْعَافِيَةِ وَنَسْأَلُكَ الشُّكْرَ عَلَى الْعَافِيَةِ وَنَسْأَلُكَ الْغِنَى عَنِ النَّاسِ
أَللَّهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا صَلَاتَنَا وَصِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَتَخَشُعَنَا وَتَضَرُّعَنَا وَتَعَبُّدَنَا وَتَمِّمْ تَقْصِيْرَنَا يَا أَللهُ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى خَيْرِ خَلْقِهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Bacaan Doa setelah Sholat Witir Latin

Subhaanal malikil qudduus

Subbuuhun, quddusun, rabbunaa wa rabbul malaaikati war ruuhi

Allahumma innii a’uudzu bika bi ridhaaka min sakhatika wa bi mu’aafaatika min ‘uquubatika, wa a’uudzu bika minka laa uhshii tsanaa-an ‘alaika, anta kamaa atsnaita ‘alaa nafsik

Allahumma innaa nas’aluka iimaanan daaimaan, wanasaluka qalban khaasyi’an, wanas’aluka ‘ilman naafi’an, wanas’aluka yaqiinan shaadiqan, wanas’aluka ‘amalan shaalihan, wanas’aluka diinan qayyiman, wanas’aluka khairan katsiran, wanas’alukal ‘afwa wal’aafiyata, wanas’aluka tamaamal ‘aafiyati, wanas’alukasyukra ‘alal ‘aafiyati, anas’alukal ghinaa’a ‘aninnaasi.

Allahumma rabbanaa taqabbal minnaa shalaatanaa washiyaamanaa waqiyaamanaa watakhusy-syu’anaa watadharru’anaa wata’abbudanaa watammim taqshiiranaa yaa allaahu yaa allaahu yaa allaahu yaa arhamar raahimiin. washallallaahu ‘alaa khairi khalqihi muhammadin wa’alaa aalihi washahbihi ajma’iina, walhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiina.

Kesimpulan

Amalan ibadah sholat tarawih yang dikerjakan pada bulan Ramadan memiliki fadilah yang sangat besar.

Pahala, keutamaan, dan manfaat yang kita dapatkan tidak bisa ditemukan pada bulan lainnya.

Shalat bukan tentang siapa yang tercepat, namun khusuk mengharap ridha Allah Subhanallahu Wa Ta’ala.

Perbanyak juga dzikir, wirid lengkap dan lantunan beberapa doa pendek setelah sholat, agar hikmah tarawih bisa kita dapatkan.

Demikianlah penjelasan mengenai sholat tarawih lengkap beserta tulisan latin doanya dan artinya mulai dari takbiratul ihram hingga salam.

Semoga bermanfaat dan amalan kita semua diterima oleh Allah Subhanallahu Wa Ta’ala, aamiin. Wallahu a’lam bish shawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *